**Iran Ancam Lumpuhkan Internet Global Lewat Selat Hormuz** publik news [s3DTiUjSbuQ]

**Iran Ancam Lumpuhkan Internet Global Lewat Selat Hormuz** Ketegangan konflik antara Iran dan negara-negara Barat kini memasuki dimensi baru. Tidak hanya soal militer dan energi, tetapi juga ancaman terhadap jaringan internet global. Iran disebut berpotensi menargetkan kabel serat optik bawah laut di kawasan Selat Hormuz jika terjadi serangan besar dari Barat ke Teheran. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial bagi lalu lintas data dunia. ### Infrastruktur Digital di Zona Bahaya Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya bukan hanya jalur minyak, tetapi juga dilintasi jaringan kabel bawah laut yang menjadi tulang punggung internet global. Gangguan pada kabel ini bisa berdampak luas terhadap komunikasi, sistem keuangan, hingga layanan digital lintas benua. Para analis menyebut, jika kabel-kabel tersebut rusak atau terputus, efeknya bisa langsung terasa dalam bentuk internet lambat, gangguan transaksi perbankan, hingga lumpuhnya layanan cloud dan aplikasi digital. ### Risiko “Kiamat Digital” Sejumlah pengamat bahkan memperingatkan potensi skenario ekstrem yang disebut sebagai “kiamat digital”, di mana aktivitas ekonomi modern bisa terganggu dalam waktu singkat akibat putusnya konektivitas global. Situasi semakin diperparah karena perbaikan kabel bawah laut di zona konflik hampir mustahil dilakukan. Kapal perbaikan tidak bisa masuk ke wilayah perang aktif, sehingga gangguan bisa berlangsung lama. ### Dampak Konflik Sudah Terasa Ketegangan yang meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sudah mulai berdampak pada sektor teknologi. Beberapa proyek kabel bawah laut global bahkan ditunda karena risiko keamanan di kawasan tersebut. Selain itu, ancaman penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu gangguan besar pada pasar energi dan jalur perdagangan internasional. ### Kesimpulan Ancaman Iran terhadap kabel bawah laut menunjukkan bahwa perang modern tidak hanya terjadi di darat, laut, dan udara, tetapi juga di infrastruktur digital. Jika eskalasi terus meningkat, dunia bukan hanya menghadapi krisis energi, tetapi juga potensi gangguan internet global yang bisa melumpuhkan banyak aspek kehidupan modern.